Pertama, . Sebuah ucapan "Pagi Ayah, Pagi Ibu", atau menanyakan "Sudah makan belum?" adalah obat yang sangat manjur bagi hati mereka. Kedua, sikap santun . Jangan pernah berkata kasar, jangan pernah membentak, dan jangan pernah merendahkan mereka di depan orang lain. Tutur kata yang lembut adalah wujud bakti yang paling indah. Ketiga, doa . Doa anak yang sholeh adalah penerang kubur orang tuanya. Seindah-indahnya kita memperlakukan mereka di dunia, tidak ada yang lebih berharga selain doa kita untuk keselamatan mereka di akhirat kelak.
Seringkali kita, sebagai anak, hanya menjadi penuntut yang tak pernah puas. Kita menuntut baju baru, sepatu baru, dan uang saku yang banyak. Namun, pernahkah kita menanyakan kabar mereka? Pernahkah kita memikirkan beban yang mereka tanggung di pundak mereka?
Dapatkah kita membalas semua itu? Tentu tidak. Namun, Allah tidak membebani kita di luar kemampuan. Allah hanya menyuruh kita untuk berbuat baik kepada mereka. contoh pidato berbakti kepada orang tua
Contoh Pidato 1: Menyentuh Hati (Cocok untuk Lomba atau Acara Sekolah) Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Pandanglah audiens, jangan hanya terpaku pada teks. Pertama,
Saya sajikan dalam dua versi: (untuk praktis) dan Pidata Panjang (lebih mendalam).
Coba bayangkan, saudara-saudara sekalian. Seorang ibu, dengan penuh pengorbanan mengandung kita selama kurang lebih 9 bulan. Ia menahan sakit, mual, dan segala ketidaknyamanan. Kemudian, ia melahirkan kita dengan mempertaruhkan jiwanya. Setelah itu, ia menyusui, membersihkan kotoran kita, dan begadang di malam hari ketika kita sakit. Jangan pernah berkata kasar, jangan pernah membentak, dan
Bantulah ibu mencuci piring, menyapu, atau melipat pakaian. Untuk ayah, tawarkan untuk memijat punggungnya yang pegal setelah seharian bekerja. Tindakan kecil ini sangat berarti.